Kategori: Uncategorized
Lapas Terbuka Mataram
Konsep Lembaga Pemasyarakatan Terbuka berawal dari adanya system pembinaan Narapidana yang dulu dikenal dengan istilah “ Open Camp “. Seiring dengan perkembangan system pemidanaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai HAM ( UU Nomor 39 Tahun 1999 ), maka konsep pembinaan terhadap Narapidana yang telah memenuhi syarat untuk ditempatkan di open camp.. Selanjutnya disebut Lembaga Pemasyarakatan Terbuka.
PENGUMUMAN LELANG BAHAN MAKANAN LAPAS MATARAM TAHUN ANGGARAN 2011
|
No
|
Kegiatan
|
Hari/Tanggal
|
Waktu
|
|
a.
|
Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Pengadaan
|
Sabtu, 05 Pebruari 2011 s/d
Sabtu, 12 Pebruari 2011
|
09.00 wita s/d 13.00 wita
|
|
b.
|
Pemberian Penjelasan
|
Kamis, 10 Pebruari 2011
|
09.00 wita s/d selesai
|
|
c.
|
Pemasukan Dokumen Penawaran
Batas Akhir pemasukan Dokumen
|
Jumat, 11 Pebruari 2011 s/d
Senin, 14 Pebruari 2011
Senin, 14 Pebruari 2011
|
09.00 wita s/d 13.00 wita
10.15 wita
|
|
d.
|
Pembukaan Dokumen Penawaran
|
Senin, 14 Pebruari 2011
|
10.30 wita s/d selesai
|
|
e.
|
Evaluasi Penawaran
|
Senin, 14 Pebruari 2011
s/d Kamis, 17 Pebruari 2011
|
|
|
f.
|
Pengumuman Pemenang
|
Sabtu, 19 Pebruari 2011
|
|
|
g.
|
Masa Sanggah
|
Senin, 21 Pebruari 2011
s/d Jumat, 25 Pebruari 2011
|
|
|
h.
|
Penerbitan SPPBJ
|
Sabtu, 26 Pebruari 2011
|
PENGUMUMAN LELANG BAHAN MAKANAN RUTAN SELONG TAHUN ANGGARAN 2011
|
No
|
Kegiatan
|
Hari/Tanggal
|
Waktu
|
|
a.
|
Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Pengadaan
|
Senin, 07 Pebruari 2011 s/d
Senin 14 Pebruari 2011
|
09.00 wita s/d 13.00 wita
|
|
b.
|
Pemberian Penjelasan
|
Kamis, 10 Pebruari 2011
|
09.00 wita s/d selesai
|
|
c.
|
Pemasukan Dokumen Penawaran
Batas Akhir pemasukan Dokumen
|
Jumat, 11 Pebruari 2011 s/d
Senin, 14 Pebruari 2011
Senin, 14 Pebruari 2011
|
09.00 wita s/d 13.00 wita
10.15 wita
|
|
d.
|
Pembukaan Dokumen Penawaran
|
senin, 14 Pebruari 2011
|
10.30 wita s/d selesai
|
|
e.
|
Evaluasi Penawaran
|
Rabu, 16 Pebruari 2011 s/d
Jumat, 18 Pebruari 2011
|
|
|
f.
|
Pengumuman Pemenang
|
Sabtu, 19 Pebruari 2011
|
|
|
g.
|
Masa Sanggah
|
Senin, 21 Pebruari 2011 s/d
Sabtu, 26 Pebruari 2011
|
|
|
h.
|
Penerbitan SPPBJ
|
Senin, 28 Pebruari 2011
|
KESIMPULAN HASIL RAPAT DENGAR PENDAPAT MENTERI HUKUM DAN HAM RI DENGAN KOMISI III DPR RI
HASIL RAPAT DENGAR PENDAPAT MENTERI HUKUM DAN HAM RI DENGAN KOMISI III DPR RI
Kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Kementerian hukum dan HAM dengan Komisi III DPR RI yang dilaksanakan tanggal 26 Januari 2011 Pukul 11.00 s/d 23.30 WIB :
Bidang Pemasyarakatan
2.1 Komisi III DPR RI meminta Menteri Hukum dan HAM untuk menyempurnakan Standard Operating Procedures (SOP) pelaksanaan tugas di bidang pemasyarakatan sesuai peraturan perundang-undangan untuk memberikan kepastian hukum dan keadilan dalam pelaksanaan pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan;
2.2 Komisi III DPR RI meminta Menteri Hukum dan HAM untuk mengajukan rencana tambahan anggaran dalam APBN-P Tahun 2011 untuk mendukung pelaksanaan program-program peningkatan kapasitas dan kualitas pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan;
2.3 Komisi III DPR RI mendesak Menteri Hukum dan HAM untuk melakukan tindakan konkret guna mencegah penyelewengan di bidang Pemasyarakatan khususnya dalam hal terjadinya kasus joki narapidana, jual beli narkoba serta pemberian fasilitas Remisi dan Pembebasan Bersyarat.
Demikian, agar seluruh jajaran Pemasyarakatan mendukung dan ikut mengambil peran dalam pelaksanaan hasil Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI.
*INFOKOM DITJEN PAS*
H
Rakernaswil Kemenkumham: Pesan Menkumham kepada Seluruh Kakanwil
Menkumham Patrialis Akbar memberikan apresiasi kepada Kakanwil Kemenkumham yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugasnya di tahun 2010. Hal lain yang disampaikan Menkumham pada acara Rakernaswil, (11/1), mengenai pelaksanaan program kerja Kakanwil masa anggaran tahun 2011, yang harus diselesaikan lebih baik lagi dari pada tahun 2010. Di akhir Rakernaswil, acara berlangsung selama 14 jam (9 pagi s/d 11 malam), Menkumham memberikan pesan sebagai arahan kerja kepada seluruh Kakanwil Kemenkumham.
Pertama, Kemenkumham merupakan suatu kementerian yang berkaitan dengan pelayanan publik. Oleh karena itu, pelayanan yang maksimal dan berkualitas kepada publik harus menjadi tujuan utama seluruh jajaran Kemenkumham dari pusat sampai daerah.
Kedua, Kakanwil wajib mengunjungi UPT di jajarannya untuk mengetahui kondisi riil yang terjadi.
Ketiga, Kakanwil harus memperhatikan penegakan hukum yang selalu diiringi dengan perlindungan HAM. Kepada WBP (warga binaan pemasyarakatan) dan imigran, dalam penegakan hukumnya harus juga memberikan perlindungan HAM-nya.
Keempat, Kakanwil harus membantu para Kepala Daerah di tempatnya bertugas dalam menyempurnakan perda. Tugas ini merupakan wujud dari fungsi Kanwil Kemenkumham sebagai law center. Kakanwil harus berinisiatif menjalin kerja sama dengan Bupati, Walikota, dan Gubernur setempat. Dengan semakin baik kualitas perda, perda yang sudah disinkronkan dan diharmoniskan oleh Kanwil Kemenkumham, maka akan menghasilkan kualitas perda yang semakin baik.
Kelima, semua Kakanwil harus menjalin kerja sama dengan Kepala Daerah mewujudkan desa sadar hukum. Penyuluhan hukum dan HAM ke desa-desa dapat mengurangi potensi konflik antar desa yang masih kerap terjadi.
Keenam, pengelolaan keuangan harus dijalankan dengan cermat, teliti, dan akuntabel, sehingga predikat WTP (wajar tanpa pengecualian) terhadap laporan keuangan Kemenkumham di tahun 2010 dari BPK dapat dipertahankan. Terakhir Menkumham berpesan, Kanwil harus memperjuangkan untuk meraih penghargaan ISO di tahun 2011.
(humas)
PROGRAM RE INTEGRASI DI LAPAS/RUTAN SE NTB TAHUN 2010
HASIL YANG DIPEROLEH DARI PROGRAM RE INTEGRASI SOSIAL
REMISI KHUSUS IDUL FITRI TAHUN 2010
- Masih berstatus tahanan.
- Belum terpenuhi syarat minimal 6 bulan menjalani pidana, yang dihitung sejak tgl ditahan sampai tgl 10 September 2010. (hari Raya Idul Fitri) dan belum mencapai 1/3 masa pidana bagi narapidana yang terkait dengan PP 28 tahun 2006 (Korupsi, Produsen dan Pengedar Narkotika, Illegal Loging, Terorisme,)
- Hukuman kurang dari 6 bulan
- Tidak berkelakuan baik atau mendapatkan hukuman disiplin












